MakamRatu Galuh (Nini Balangantrang) di astana Cipancar Hilir. Berada di komplek Keramat Cipancar, Jalan Pagar Betis, Dusun Citeureup, Desa Cipancar Kecamatan Sumedang Selatan. Dikenal juga sebagai makam Sunan Pancer alias Ratu Komara/Sunan Baeti, berada di ketinggian 583 m dpl, pada koordinat 6º90'21,1" LS dan 107º94'19,4" BT. IniPanyukat Aji Cakra / Ku Si Naga Nagini / Sang Manon Sang Matongton / Cupu bahuk udang lulus / Ila-ila ku Sang hyang Waruga Bumi / Ila-ila ku Sang Hyang Waruga Lemah / Satitis Waruga Bumi / Satitis Waruga Lemah / Sang awaking na tutunggul / Megar catang megatkeun apus / Kayu pupug kayu sepug / Kayu ku si balebatan / Kayu ku si Kahuripan / Hurip bayu Yangdimaksud dengan "urang Hindi" dalam pantun tersebut adalah orang Hindu dari India yang kemudian bertahta di tanah Sunda (Kadu Hejo). Bila kita menelusuri sejarah Sunda hingga masa ratusan tahun sebelum Kerajaan Sunda-Galuh ataupun Pajajaran berdiri, maka akan dijumpai Kerajaan pertama di tatar Sunda yang bernama Salakanagara. SMKNegeri 1 Sukasada Adalah Sekolah seni Yang memiliki keunggulan di bidang seni dan teknologi, sekolah ini tepatnya berada di jalan Srikandi Desa Sambangan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng, sekolah ini memiliki luas kurang lebih 2 are dan lebar 1,5 are, sekolah SMK Negeri 1 sukasada memiliki fasilitas belajar dan pengembangan diri diantaranya, perpustakaan dengan koleksi buku-buku yang Datanlawas pantaraning inabhisekan ta Sang Prabu Siliwangi dumadyakna Naradhipa hing Pakwan Pajajaran déning uwa nira, irika ta sira lawan winastwan Sang Prabu Dewatawisésa paradyéng Pakwan kadatwan yatika Sang Bima wastana". 3) Naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesian: "Hayang nyaho di pantun ma: Langgalarang, Banyakcatra, Siliwangi baju hitam rok hitam cocok dengan jilbab warna apa. DENPASAR - Sejak dikonsepkan dan dikerjakan akhir Januari kemarin, akhirnya Ogoh-ogoh Banjar Tainsiat, Denpasar Utara yang mengangkat tema Sang Hyang Aji Ratu Sumedang berhasil rampung di hari Pengrupukan, Jumat 16/3/2018. Dengan fokus pada karya dan visualisasi Sang Hyang Aji Ratu Sumedang, Banjar Tainsiat juga kembali berhasil menyita perhatian warga sekitar. Wiro, warga Gianyar misalnya harus rela bermandikan hujan untuk melihat Ogoh-ogoh dari Banjar Tainsiat ini. "Iya, di sini memang unik dan beda. Tiap tahun pasti ke sini. Ini mengejutkan. Yah, bagi saya ogoh-ogoh ini tak terduga. Mantaplah," ujarnya yang masih duduk dibangku sekolah ini. Ia juga mengakui tema dan kehebatan pembuatan ogoh-ogoh di Banjar Tainsiat. "Kalau di sini itu detail banget. Seperti gimana, yah... Misal dari wajahnya sangat terlihat seninya," ungkapnya terbata. * Caption Tampak Ogoh-ogoh Banjar Tainsiat yang telah rampung. Ogoh-ogoh Sang Hyang Aji Ratu Sumedang ini pula menyita perhatian banyak warga. Bahkan di luar Denpasar. Bus

sang hyang aji ratu sumedang