inilahfenomena politik indonesia yang tidak akan pernah merubah dengan segala konsekuensi demi perbaikan indonesia tercinta.
Akutidak keberatan jika harus menunggu lama. Pergilah, bermainlah, berlabuhlah, dibanyak tempat. Berpetualanglah sampai rasa penasaranmu habis.. lalu putuskan bahwa bersamaku adalah tujuan akhir dari semua perjalanan panjangmu.Aku masih disini dengan rasa yang sama namun dengan perihal yang berbeda.Aku masih disini dengan rasa yang tidak mudah jatuh cinta namun aku punya cinta yang luar biasa.
18 Teman-teman seperjuangan di Jurusan Arsitektur angkatan 2008 19. Seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Penulis menyadari penyusunan Skripsi Perancangan Tugas Akhir ini masih banyak kesalahan dan jauh dari kesempurnaan, namun penulis berharap agar Skripsi Perancangan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat baik
Translationsin context of "TUJUAN AKHIR DARI BISNIS" in indonesian-english. HERE are many translated example sentences containing "TUJUAN AKHIR DARI BISNIS" - indonesian-english translations and search engine for indonesian translations.
BapakH. Udin, S.Pd., M.Pd. selaku kepala SMKN 1 Tanggeung yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan PKL di PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Ibu Elis Mulyati, SE. Selaku kepala program Bisnis Daring dan Pemasaran yang telah memberikan bimbingan selama PKL hingga tersusunya laporan ini.
baju hitam rok hitam cocok dengan jilbab warna apa. Planogram adalah perancangan visual yang mengatur penempatan merchandise pada rak, biasanya planogram dibuat oleh visual merchandiser atau tim marketing. Planogram adalah diagram visual yang memberikan detail penempatan dari setiap merchandise di dalam store. Skema yang dibuat juga menyangkut tentang pada lorong mana suatu merchandise harus ditempatkan. Planogram biasa digunakan untuk menciptakan konsistensi antar store, untuk menyajikan ruang yang sesuai untuk suatu merchandise, menyajikan tampilan yang lebih menarik, dan untuk menciptakan saran produk yang saling terkait. Tujuan utama dari planogram adalah untuk memandu dan menjadi salah satu bagian dari visual merchandising, yang selanjutnya untuk meningkatkan nilai penjualan. Planogram didesain untuk memaksimalkan penggunaan ruang dengan meletakkan merchandise di lokasi yang tepat sehingga volume penjualan merchandise tersebut mencapai nilai maksimum. Planogram dimaksudkan untuk menjamin bahwa store telah mengoptimalkan penjualan dari item yang mereka tawarkan. Planogram juga memberikan guideline spesifik tentang tata letak merchandise bagi karyawan sehingga konsumen dan karyawan sama-sama mengerti dimana suatu merchandise diletakkan dan dimana merchandise tersebut bisa ditemukan. Planogram sangat penting terutama bagi retailer besar dengan ratusan hingga ribuan jenis merchandise yang dijual di dalam store. Dengan memanfaatkan planogram, setiap store yang menjadi franchise akan memiliki tampilan yang serupa sehingga muncul konsistensi antara satu store dengan store lain. Planogram dapat membantu meningkatkan nilai penjualan, bersamaan dengan perencanaan visual merchandising yang baik. Ketika seorang konsumen datang untuk membeli satu item, penataan merchandise yang dirancang dengan planogram yang tepat akan memotivasi pembeli untuk membeli produk tambahan yang sebenarnya tidak mereka rencanakan, bahkan yang mereka tidak tahu apakah mereka menginginkannya atau membutuhkannya. Serupa, konsumen yang datang untuk membeli suatu produk spesifik dapat menentukan alternatif pilihan yang kemungkinan turut menjadi barang yang mereka beli. Manfaat dari penggunaan planogram â Meningkatkan nilai penjualan potensial per satuan ukuran luas. â Menghibur konsumen dengan tampilan visual yang lebih menarik. â Mempermudah manajemen logistik sehingga ketika suatu merchandise out-of-stocks dapat dengan segera diisi kembali. â Memberikan positioning yang baik untuk produk yang saling terkait. bagaimana langkah-langkah untuk menciptakan planogram yang baik? Mulai dari yang sederhana. Kebanyakan retailer membuat proses penciptaan planogram menjadi terlalu rumit sehingga membuang banyak waktu. Latihlah karyawan. Berikan waktu bagi karyawan untuk mengerti cara menggunakan planogram. Takarlah perencanaan. Cek laporan penjualan setiap bulannya dan lihat planogram yang digunakan. Ada baiknya sering mengganti planogram yang digunakan ketika planogram yang sedang digunakan ternyata tidak memberikan peningkatan penjualan yang signifikan. Ketahui konsumen. Konsumen lebih menyukai penempatan produk pada eye-level, selain agar konsumen dapat menyentuh dan merasakan merchandise yang dijual, penempatan produk pada eye-level akan membantu mereka berinteraksi dengan merchandise yang ingin mereka beli. Semoga bermanfaat bagi pembaca đ Sumber Navigasi pos
Planogram Planogram merupakan istilah yang biasa digunakan dalam dunia bisnis ritel modern, khususnya groceries minimarket, supermarket, hypermarket, yang merujuk pada pengaturan pemajangan; pengaturan standar penataan barang per item per kategori, per elemen rak gondola. Merupakan pendetailan dari implemantasi selling space planning. Tujuan planogram adalah adanya standar pemajangan yang seimbang, sesuai dengan tingkat turn over masing-masing item barang dan kontribusinya terhadap kategori terkaitnya. Oleh karena itu, untuk mendapatkan produktivity based space management, biasanya analisis pareto akan sangat membantu. Mengingat posisi peritel sebagai perantara supplier produsen, principal dan atau distributor dengan konsumen akhir maka dari sisi marketing posisi peritel ini menjadi sangat penting. Pihak pupplier sangat berkepentingan dalam pengaturan pemajangan di dalam toko. Dalam hal kepentingan pengaturan pemajangan ini, peritel umumnya menetapkan standar pemajangan yang mengacu pada blok-blok pemajangan per kategori category atau variant blocking. Sementara itu, dari supplier khususnya principal umumnya menghendaki adanya brand blocking. Dalam hal ini dapat saja dilakukan kompromi, dengan catatan hanya dilakukan dalam satu kategori yang sama atau beberapa kategori yang berkaitan. Implantation Implantation atau implantasi adalah teknik atau tata cara pemajangan untuk konsistensi tampilan pemajangan agar sesuai planogram. Pemajangan yang baik akan menonjolkan impulsiveness dari barang dagangan sehingga mendorong peningkatan penjualan. Pemajangan barang juga harus menyelaraskan antara alat pajang yang digunakan dengan karakteristik barang dagangan. Lebih jauh, pemajangan yang baik dengan sendirinya akan menjadi âsilent promotionâ. Beberapa prinsip dasar dalam implantasi adalah sebagai berikut Grouping-orientation; tematik, per elemen per kategori. Semua item dalam satu kategori dalam satu tempat. Style presentation; menunjukan gaya yang menjadi ciri identitas kekhasan toko. Items presentation; menampilkan item per item yang ada dalam bauran produk assortment. Color presentation; pengaturan pemajangan berdasarkan gradasi warna. Priclining; pengaturan pemajangan dengan mempertimbangkan tingkatan harga jual. Verticality; prinsip pengaturan pemajangan per group/kategori secara vertikal dalam satu elemen rak gondola. Weight merchandising; prinsip pengaturan jumlah pemajangan barang mengikuti proporsi kontribusi penjualan. Frontage presentation; prinsip pengaturan pemajangan yang memberikan âkesan penuhâ, bila perlu gunakan dummy cases. FIFO vs LIFO; First In First Out FIFO, barang yang pertama masuk, maka harus keluar lebih dahulu. Sementara itu, LIFO, yaitu Last In First Out berarti barang yang terakhir masuk menjadi yang pertama dikeluarkan atau ditampilkan lihat ilustrasi. Memelihara Konsistensi Bagian terberat dalam implantasi atau pengaturan pemajangan adalah menjaga konsistensi sehingga tetap sesuai dengan planogram yang telah diterapkan. Upaya-upaya berikut dapat dilakukan untuk memelihara konsistensi ini, antara lain Dokumentasi, mengambil foto display barang sesaat sebelum grand opening atau sesudah remodeling agar bisa menjadi patokan dalam memonitor perubahan display, dan Travelling Path, pimpinan toko atau divisi atau departemen hendaknya rajin melakukan inspeksi dengan berjalan menyusuri lorong-lorong gondola dan secara saksama memperhatikan konsisi display barang. Tags aplikasi kasir, aplikasi minimarket, aplikasi pos, aplikasi toko, program kasir, program minimarket, program pos, program toko, software kasir, software minimarket, software pos, software toko June 15, 2016 inovaPOS June 15, 2016
100% found this document useful 1 vote313 views5 pagesDescriptionKONSEP PLANOGRAMOriginal TitleKONSEP PLANOGRAMCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote313 views5 pagesKonsep PlanogramOriginal TitleKONSEP PLANOGRAMJump to Page You are on page 1of 5 You're Reading a Free Preview Page 4 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa visual merchandise secara tampilan menjadi penentu sukses tidaknya untuk sebuah bisnis ritel. Guna perencanaan, penempatan hingga penataan merchandise dapat diaplikasikan dengan hasil maksimal, planogram menjadi jawabannya. Planogram menjadi aspek yang sangat penting untuk diketahui mengingat posisi sebuah barang mampu mempengaruhi sebuah sales penjualan yang lebih optimal. Tidak berhenti disitu. Ternyata dengan cara ini, proses distribusi stok barang menjadi lebih efisien dan lebih mudah dalam mengaturnya. Daftar Isi KontenPengertian PlanogramManfaat & Tujuan dari Planogram untuk BisnismuBagaimana Cara Membuat Planogram?Cara Membuat Planogram SendiriCara Baca Planogram AlfamartFungsi dan Contoh Sketsa Planogram Pengertian Planogram Planogram adalah bagan atau diagram yang menunjukkan bagaimana produk-produk ditempatkan di toko retail atau gudang. Dalam planogram mencakup informasi mengenai lokasi produk, ukuran produk, dan orientasi produk. Planogram memiliki fungsi untuk membantu dan memastikan bahwa produk-produk terlihat menarik dan mudah ditemukan oleh pelanggan, serta memastikan bahwa gudang atau toko retail memiliki flow manajemen produk teratur dan efisien. Planogram juga merupakan sebuah keterampilan yang digunakan dalam merchandising dan perencanaan ruang ritel. Seseorang dengan keterampilan ini dan menangani pembuatan planogram disebut sebagai planogrammer. Dengan menganalisis pola penjualan masa lalu dan saat ini, seorang planogram dapat membuat rekomendasi yang berhasil tentang jumlah âpermukaanâ yang harus dimiliki produk tertentu pada tampilan ritel. Diagram akan mendokumentasikan seberapa tinggi atau rendah di rak yang harus ditampilkan produk, serta produk mana yang harus mengelilinginya. Planogram yang dihasilkan dicetak sebagai data visual untuk dijadikan sebuah aturan pakem. Dengan ini konsistensi menyajikan produk di toko atau rantai kontrol lebih luas atas bagaimana produk ditampilkan dan memungkinkan mereka untuk melacak dan meningkatkan keberhasilan planogram ini. Komponen planogram sering diterapkan dalam perencanaan ruang besar dan aplikasi perangkat lunak software manajemen ruang. Manfaat & Tujuan dari Planogram untuk Bisnismu Mengapa planogram penting untuk bisnismu? Konsep adanya planogram dijadikan sebagai petunjuk dan panduan atau menjadi bagian dari visual merchandising yang diharapkan sebagai langkah meningkatkan penjualan produk. Selain itu juga memiliki tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan profitabilitas. Artinya, dengan menerapkan sebuah planogram yang tepat mampu sekali untuk mendapatkan hasil yang baik. Sebelum kita membahas planogram lebih lanjut beserta cara membuatnya, penting untuk memahami mengapa planogram begitu penting untuk sebuah bisnis. Beberapa alasan mengapa planogram menjadi aspek yang sangat penting dalam penataan produk Meningkatkan visibilitas Dengan menggunakan planogram yang tepat, kamu dapat menempatkan produk dengan cara yang memaksimalkan visibilitasnya di rak atau area penjualan. Hal ini dapat membantu menarik perhatian pelanggan dan mendorong pembelian impulsif. Meningkatkan penjualan Planogram yang efektif dapat membantu meningkatkan penjualan dengan menempatkan produk-produk terkait berdekatan satu sama lain. Ini membantu pelanggan menemukan produk yang mereka butuhkan dengan lebih mudah, dan dapat mendorong pembelian tambahan. Meningkatkan pengalaman pelanggan Dengan mengatur produk secara logis dan teratur, kamu dapat memberikan pengalaman berbelanja yang lebih baik kepada pelanggan yang datang. Mereka akan lebih mudah menavigasi toko serta menemukan produk yang mereka cari, dan merasa lebih nyaman saat berbelanja. Artikel terkait Bagaimana Cara Membuat Planogram? Membuat sebuah planogram bisa menjadi tugas yang membingungkan, terutama bagi pemula. Terkadang, mungkin kamu ingin merencanakan segala hal dengan rinci dan detail, meskipun ternyata tidak efektif. Tugas ini biasanya dilakukan oleh visual merchandiser, namun fokus mereka lebih pada penampilan toko daripada pengaturan produk secara rinci. Ada beberapa cara membuat planogram, seperti mempekerjakan planogrammer khusus, menggunakan software planogram, atau membuat sendiri. Untuk membuat planogram yang efektif, ada beberapa langkah yang harus diambil, antara lain 1. Mempekerjakan Planogrammer Planogrammer adalah spesialis yang membuat dan mengatur planogram ritel berdasarkan perilaku konsumen. Tujuannya sama dengan visual merchandiser, yaitu meningkatkan penjualan. Mempekerjakan planogrammer bisa sangat mahal, jadi kalau bisnis belum besar, bisa menyewa planogrammer dari pihak ketiga atau freelance. 2. Menggunakan Software Planogram Saat ini, banyak software khusus yang bisa digunakan untuk membuat planogram, bahkan di HPmu. Dari semua software tersebut, mayoritas bersifat berbayar. Namun investasi untuk membeli software ini bisa jadi lebih murah dibanding mempekerjakan planogrammer. Beberapa software planogram yang bisa dicoba seperti DotActiv, ShopShape, JDAâs Planogram Generator, SmartDraw, Shelf Logic dan lainnya. Sedangkan untuk HP Android kamu bisa mencoba Shelf Trax Retail Planogram to-go 3. Membuat Sendiri Planogram Jika alokasi dana untuk planogram masih terbatas, bisa membuat sendiri dengan gaya Do-It-Yourself. Untuk caranya sendiri kamu bisa melanjutkan membaca dibawah ini. Tidak salah memang menempatkan sebuah produk dengan tata letak tidak beraturan. Tapi sangat disayangkan, apalagi dalam planogram ini dikhususkan untuk beragam jenis bisnis ritel. Ada beberapa trik dan cara yang bisa diaplikasikan ketika ingin menyusun planogram sekaligus cara membuat planogram sendiri, seperti 1. Ukur Setiap Perlengkapan Kedalaman dan lebar setiap rak atau bagian rak Jumlah shelving pada rak Jarak antar rak atau ruang yang dibutuhkan untuk meletakkan produk Selanjutnya, ukur kemasan setiap produk yang akan diletakkan, dilipat atau digantung. Pengukuran ini akan memberi tahu kamu berapa banyak produk yang dapat dimasukkan ke dalam satu tatanan dalam rak minimarket. Walaupun nantinya rak gondola berbeda-beda, kamu hanya tinggal menyesuaikannya saja. Inspirasi terkait 2. Putuskan dengan Tepat Dimana Harus Meletakkan Setiap Item Produk Jangan hanya menempatkan produk di sembarang tempat. Luangkan waktu untuk mempertimbangkan berbagai faktor saat mengatur dan merencanakan tokomu. Cobalah untuk mempertimbangkan Merek Daya tarik visual Musim ketersediaan & persediaan Kepopuleran Harga 3. Gambar Planogrammu Sendiri Format apa pun yang akan kamu pilih, kamu bisa menyesuaikan dan menggambar diagramnya sendiri. Sertakan detail yang cukup sehingga dapat dibaca dengan mudah dan konsisten. Misalnya, kamu dapat menyertakan catatan/warna sebagai tanda yang menunjukkan dengan tepat barang dagangan yang akan diletakkan. kamu juga dapat membuat planogram ikhtisar yang menunjukkan bagaimana tampilan harus ditempatkan relatif satu sama lain. Cara Baca Planogram Alfamart Planogram di alfamart dijadikan sebagai alat visual berupa gambar yang menunjukkan lokasi produk di dalam Alfamart. Dalam membaca planogram Alfamart dan planogram Indomart, terdapat beberapa hal yang harus diketahui terlebih dahulu. Baca selengkapnya di Fungsi dan Contoh Sketsa Planogram Menciptakan keseragaman display produk toko Memudahkan konsumen dalam mencari produk Menciptakan impulse buying keputusan secara tiba-tiba untuk membeli sebuah produk oleh konsumen Memudahkan personal toko dalam melakukan stock opname Berikut juga kami sertakan contoh dari planogram Visual Merchandise Fashion Visual Merchandise Minimarket Repot memang dan cukup memakan waktu kalau harus menginput satu persatu data produk yang ada secara manual. Kamu bisa mencoba software planogram untuk kebutuhan visual merchandising seperti miliknya nextgenus. Software canggih tersebut dapat diakses secara gratis untuk mencobanya.
Definisi Planogram Menurut kamus Oxford Dictionery, Planogram didefinisikan sebagai berikut , âIt is a diagram or model that indicates the placement of retail products on shelves in order to maximize sales.â Jadi definisi Planogram adalah sebuah bentuk diagram atau model yang mengindikasikan penempatan produk ritel diatas rak dengan tujuan memaksimlkan penjualan. Kata kunci Planogram biasa ditemukan dalam dunia bisnis ritel, sebagai konsumen yang berbelanja di toko minimarket dan supermarket akan menemukannya dalam bentuk display produk/barang diatas rak. Penahkah kita memperhatikan besar atau kecilnya volume pajangan ? Untuk itu kita perlu memahami konsep planogram sebenarnya. Dalam tulisan ini, konsep planogram yang dibahas adalah planogram untuk kategori minimarket atau supermarket. Tujuan Planogram Diatas sudah disebutkan bahwa tujuan planogram adalah memaksimalkan penjualan. Namun dalam konteks bisnis ritel dapat di lihat dari dua sisi, yaitu tujuan untuk retailer dan konsumen. Tujuan Planogram untuk retailer Meningkatkan volume penjualan Membuat strategi meningkatkan laba/gross profit Menentukan proses pengisian ulang produk Membuat display produk lebih teratur dan rapih Menentukan tata letak produk berdasarkan Barang basic, Fast moving, Slow moving, Product captaincy, Home brand dan New item product Sebagai faktor bargaining position dengan pihak supplier Untuk menghitung jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dalam proses pengisan ulang produk Pengedalian persediaan barang Tujuan Planogram untuk konsumen Memudahkan untuk mencari produk di rak pajangan Membantu proses pemilihan produk berdasarkan harga dan kualitas Membantu konsumen berbelanja hemat Meningkatakan rasa nyaman bebelanja Konsep Planogram Hal berikutnya setelah memahami definisi dan tujuan planogram, yaitu memahami konsep dasar pembuatan planogram. Dari definisi dan tujuan Planogram diatas, berarti tata letak produk terbentuk karena ada riwayat penjualan / history sales. Selain komponen riwayat penjualan, perlu komponen-komponen yang lainnya untuk mentukan disain planogram. Dalam dunia ritel profesional, pembuatan Planogram dibantu dengan software yang bisa dibeli secara korporasi atau perorangan. Untuk peritel besar membutuhkan software planogram karena jumlah item produk bisa mencapai ribuan. Namun dalam tulisan ini, disajikan konsep disain planogram secara manual dengan bantuan Microsoft Excel, sehingga bisa memahami konsep dasar planogram. Berikut komponen penentuan disain Planogram Riwayat penjualan/History sales/Reguler movement Dimensi rak Shelving panjang, tinggi, lebar dan jumlah rak shelfing Dimensi produk panjang , tinggi , lebar produk Untuk memahami lebih lanjut disain Planogram, berikut diberikan ilustrasi rencana disain Planogram secara manual. CONTOH DISAIN PLANOGRAM Disebuah toko minimarket xyz, diketahui 6 item riwayat penjualan yang harus masuk ke dalam rak display yang sudah ditentukan, dengan data-data sebagai berikut Dimensi Rak Display Untuk perhitungan selanjutnya berdasarkan kontribusi regular movement, terlihat di table diatas bahwa penjualan berdasarkan kuantiti dan rupiah sama saja, tapi berbeda bila menggunakan kontribusi margin. Untuk kolom TOP Term Of Payment boleh diabaikan. Selanjutnya kita hitung lebar display per-item produk, dengan catatan panjang rak display adalah 3 x 100 cm karena ada 3 rak selfing serta sekaligus bisa menentukan kapasitas pajang maksimum dengan rumus volume total pajang maksimum dibagi dengan volume satuan produk. Dari data perhitungan table diatas dapat diketahui lebar display planogram per-item produk masing-masing. Kemudian langkah selanjutnya adalah ploting data lebar planogram per-item ke dalam rak display sebagai berikut Pada proses ploting lebar planogram masing-masing produk terlihat produk B, C, dan E lebih dominan dibandingkan produk A,D dan F, ini disebabkan history salesnya lebih besar. Kemudian faktor lain pada saat proses ploting planogram bisa dipengaruhi karena arah traffic customer yang dominan dari kiri atau kanan , pengaruh product captaincy, tinggi rata2 visibity mata konsumen ataupun kebijakan tata letak home brand yang menjadi prioritas. Dengan planogram, retailer mempunyai bargaining position dalam proses negosiasi dan pengendalian barang secara keseluruhan. Dan hal lain yang bisa di analisa lebih lanjut adalah konsep desain planogram berdasarkan kontribusi gross margin, apakah secara investasi awal dan proses pengisian lebih optimal ? silahkan dicoba. Sebagai catatan akhir, nilai-nilai hasil perhitungan diatas adalah nilai teoritis empiris sehingga masih bisa dikoreksi dengan karakteristik dimensi rak sesungguhnya ataupun kebijakan retailer untuk mengisi jumlah produk dalam desain planogram. Demikain kajian sederhana tentang konsep Planogram, mudah-mudahan memberi ilustrasi dan ilmu buat pelajar, mahasiswa ataupun pebisnis ritel pemula yang belajar tentang display produk minimarket ataupun supermarket.
tujuan akhir dari planogram adalah