Orangtua saya selalu berpesan, suami itu guru, Pak. Kata Ibu saya, tidak boleh membantah kata suami, nanti tidak bisa masuk surga!" Dia harus dihajar supaya menghormati perempuan!" Berikut ini cerpen yang akan dijadikan naskah drama : Laila menangis tidak selamanya tanda kelemahan. Tapi istri saya tidak bisa menafsirkan lain
NuansaPutih Abu - Abu. Di suatu sekolah kota, terdapat 3 orang remaja yang bernama (Clara, Sisca, dan Gisel ). Mereka dikenal sebagai remaja yang suka membuat onar. Disuatu hari saat mereka sedang membicarakan untuk mengisi liburan bersama. Clara :"Guys gak terasa besok kita udah liburan . Guys gue punya usul gimana kalo kita liburan ke
Contohnaskah drama tentang pendidikan. 5 drama korea bertema pendidikan · 1. 5 drama korea bertema pendidikan · 1. Berikut cuplikan drama bertema pendidikan, yaitu: Dalam kelas 10 sma sedang berlangsung pelajaran sejarah. Anggota:yohanes adi nugrohomuhamad rifaldikelas:12 mipa 6sman 1 cigombong. View naskah drama tema
NASKAHDRAMA PENTAS SENI PERPISAHAN Senin, 08 Mei 2017. DRAMA PENTAS SENI PELEPASAN SISWA Istananya sangat megah terdiri dari bangunan-bangunan utama kantor guru, dan bangunan-bangunan kelas serta sebuah istana buku perpustakaan yang megah. Mengenai Saya. roosmilarsih Lihat profil lengkapku. Arsip Blog 2017 (1)
Contohnaskah drama bertema sikap ramah dan saling menghormati untuk 4 orang. Question from @MELLYSA02 - Sekolah Menengah Pertama - B. indonesia. Contoh naskah drama bertema sikap ramah dan saling menghormati untuk 4 orang. Hai,hana hana:hai,ayla,hana coba lihat budi tidak sopan ya, ada guru tapi kakinya diatas meja ayla:iya,kamu betul ayla
baju hitam rok hitam cocok dengan jilbab warna apa. PEMERAN 1. AZIM KEPALA SEKOLAH 2. AZAM PAK SYAMSUL GURU SENI BUDAYA 3. AINUN BU NINGSIH GURU MATEMATIKA iv. DONI MURID 5. MALA MURID 6. MAULIYA MURID seven. ZAZA NARATOR Di sebuah kelas, di sebuah sekolah, di suatu daerah, di suatu tempat, siswa kelas xii ipa 3 sedang berada di kelas. Masuklah seorang guru seni budaya untuk mengajar. Pak Syamsul “selamat pagi anak-anak!” Doni menguap “hoaammm” Pak Syamsul “pagi ini materi kita adalah Menggambar Pemandagan’.”menngambar dan menjelaskan Dua jam berlalu. Akhirnya bel pergantian pelajaran berbunyi. TEEET. TEEET. Pak Syamsul “saya akhiri pelajaran hari ini ya!” Murid diam Pak Syamsul “ ada pertanyaan?” Mala & Mauliya “dong ayok bapak keluar!” Pak Syamsul kalian itu benar-benar tidak bisa menghargai guru! Saya permisi! Di ruang guru.. Pak Syamsul “pak, saya tidak tahan dengan siswa kelas XII IPA iii. Saya tidak ingin menjadi wali kelas xii ipa 3 lagi.” Pak Kepsek “tapi tidak ada guru yang sanggup untuk menjadi wali kelas XII IPA 3 selain Anda” Bu Ningsih “saya siap pak!” Pak Kepsek “benarkah? Kalau begitu, mulai besok anda Akan menjadi wali kelas XII IPA 3” Ibu Ningsih “baik pak! Saya akan berusaha membimbng mereka.” Pak Kepsek “terimakasih Bu Ningsih” Jam 1030 WITA. Bel berbunyi tanda masuk kelas. Masuklah seorang guru matematika ke kelas XII IPA 3. Bu Ningsih “selamat pagi anak-anak.” Murid “pagi buk!” Bu Ningsih “saya adalah wali kelas yang baru di kelas ini.” Doni “ibu jinak kan?” Mala “ibu gak makan orang kan?” Mauliya ”ibu gigit nggak?” Bu Ningsih ”diam semuanya! Barang siapa yang melanggar peraturan di kelas ini akan saya kurangi nilainya. Dan jangan harap kalian bisa lulus!” Saat pelajaran sedang berlangsung.. Mauliya memperbaiki make up Bu Ningsih melihat name tag “Mauliya Prihandini! Nilaimu saya kurangi one poin karena tidak memerhatikan guru!” Mauliya memgang tangan guru ampun buk! Saya tidak akan mengulanginya lagi!” Bu Ningsih “membantah! Nilai dikurangi 3 poin!” Murid diam Bu Ningsih “pelajaran saya akhiri. Saya permisi” Di ruang Kepala sekolah, ibu ningsih dipanggil bapak kepala sekolah karena siswanya yang bermasalah. Pak Kepsek “maaf buk! Siswa atas nama Ahmad doni azani harus dikeluarkan karena menantang pak syamsul berkelahi.” Bu Ningsih “maaf pak! Tolong beri saya waktu! Saya akan membimbingnya” Pak Kepsek “tapi masalah ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi buk.” Bu Ningsih ”tolonglah pak. Jka dia berbuat masalah lagi, saya rela dikeluarkan.” Pak Kepsek “baiklah jika itu yang ibu inginkan.” Sementara itu, di luar ruang kepala sekolah, 3siswa XII IPA three terlihat sedang menguping pembicaraan bapak kepala sekolah dan ibu ningsih. Mendengar apa yang dibicarakan oleh bapak kepala sekolah dan wali kelas mereka, wajah mereka terlihat muram. Mala “aduh sayang, kamu ngapain sih pake nantang Pak Syamsul segala! Dia itu bukan level kamu.” Mauliya “tau ah doni! Sekarang Ibu Ningsih jadi kena masalah gara-gara kamu.” Doni “ya maaf. Aku mana tau masalahnya jadi kayak gini.” Dengan wajah muram, mereka kembali ke kelas. Saat jam pelajaran matematika, ibu ningsih memasuki ruang kelas XII IPA three. Suasana di kelas itu sangat tenang. Ini baru pertama kalinya dalam sejarah. Mala berdiri maafkan kami buk! Selama ini kami sering membantah dan membicarakan ibu dari belakang” Doni “saya juga buk! Karena saya, ibu jadi kena masalah” Bu Ningsih terharu kalian harus sering-sering memerhatikan pelajaran semua guru. Ibu tahu kalian semua baik. Hwaiting!” Lima tahun kemudian, berkat doa dan bimbingan dari semua guru, kini semua siswa kelas XII IPA iii menjadi sukses. Mala menjadi seorang dokter kandungan, Doni menjadi kepala sekolah dan Mauliya kini menjadi seorang artis internasional. Setelah 5 tahun menjaling hubungan asmara, doni dan mala kini akhirnya sudah membina rumah tangga dan memiliki 2 anak kembar laki-laki. Dan Mauliya Prihandini kini telah menikah dengan seorang pengusaha barang elektronik asal Korea.
Teman kita, St. Maisyaroh mengirim pertanyaan baru di adalah Contoh naskah drama tentang menghormati orang tua dan guru! berjumlah 5 orang 2 orang menjadi orang tua, 1 orang menjadi guru, dan 2 orang lagi jadi anak atau murid!Contoh naskah drama tentang menghormati orang tua dan guru! berjumlah 5 orang 2 orang menjadi orang tua, 1 orang menjadi guru, dan 2 orang lagi jadi anak atau murid!PEMBAHASAN & JAWABANSilahkan baca pembahasan dan jawaban atas pertanyaan Contoh naskah drama tentang menghormati orang tua dan guru! berjumlah 5 orang 2 orang menjadi orang tua, 1 orang menjadi guru, dan 2 orang lagi jadi anak atau murid! di bawah yang belum terjawab akan segera mendapatkan ulasan dan pembahasan dari pengunjung lainnya, atau dari Kelas juga bisa berpartisipasi memberikan tanggapan atau jawaban atas pertanyaan "Contoh naskah drama tentang menghormati orang tua dan guru! berjumlah 5 orang 2 orang menjadi orang tua, 1 orang menjadi guru, dan 2 orang lagi jadi anak atau murid!" takut berbagi meskipun itu masih kurang benar. Di kita saling belajar dan memberikan masukan secara turut memberikan jawaban atau tanggapan atas pertanyaan Contoh naskah drama tentang menghormati orang tua dan guru! berjumlah 5 orang 2 orang menjadi orang tua, 1 orang menjadi guru, dan 2 orang lagi jadi anak atau murid!, kamu telah ikut membantu St. Maisyaroh mendapatkan jawaban yang dibutuhkannya.
Guru, Sekarang Aku Sadar Pada suatu hari, lima murid kelas di sekolah negeri, mulai lagi membuat ulah. Mereka sangat badung. Hampir di setiap pelajaran, mereka selalu tidak memperhatikan. Dan ketika ada waktu senggang, mereka gunakan untuk bermain kartu. Bukan hanya di lingkungan sekolah saja. Begitu pun di lingkungan masyarakat, sehingga menimbulkan keresahan. *Di kelas* Mae "Lu gimana sama do'i?" Okta "Akh, gue udah mulai bosen sama dia. Dia udah nggak perhatian lagi sama gue, Mae." Maeliani "Udah, putusin aja, buat apa cowok kayak gitu!" ketus Mei-Mei Pak Agus. Beliau adalah wali kelas mereka. Hati Pak Agus bak mutiara di lautan dangkal. Pak Agus sangat sabar menghadapi mereka. Pak Agus "Baik anak-anak, mari kita mulai pembelajaran kita." Namun apa boleh buat, kelima anak muridnya yang badung itu, masih asyik bermainan kartu di meja paling belakang. Pak Agus hanya menggelengkan kepala. Baru beberapa menit kemudian mereka berhenti. Barangkali hati mereka sudah keras bagaikan batu. Entah apa yang membuat mereka sangat susah untuk kembali ke jalan yang benar. Lisa, ivo, rafika, rika dan kawan-kawan. Mereka yang terkenal sebagai anak baik, sudah putus asa untuk membawa Mae Dkk berubah ke jalan yang benar. Lisa "Ayo, sholat, alangkah baiknya kita sholat berjamaah, ayo." Kata Lisa kepada mereka yang sedang berkumpul bermain kartu. Mae "Akh..., apaan sih Lisa, ini lagi asyik main kartu juga!" Argi "Tau Lisa nih!" Fadly pun hanya menganggukan kepala tanda setuju kata Mae tadi. Beberapa hari kemudian, mereka semakin menjadi. Dibawanya minman keras, dan ditenggaknya di kelas. Semua sudah tidak lagi terkendali. Sampai pada akhirnya, ada murid yang memberi tahu kepada pihak sekolah melalui Pak Agus. Tapi, Pak Agus sama sekali tidak percaya. Reza. BB "Pak, saya serius. Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri. Bahwa mereka membawa minuman keras dan menenggaknya di sini, kelas ini Mereka juga bermain kartu dengan taruhan uang...!" Pak Agus "Bapak sama sekali tidak percaya, mana mungkin mereka melakukan hal itu. Tidak mungkin!" Pak agus menegaskan kepada Reza, dan Ikhan ketika pulang sekolah, di kelas yang sudah kosong. Reza. BB "Baik, jika bapak tidak percaya. Saya dan Ikhsan akan membuktikannya. Tunggu saja nanti, Pak!" Dengan agak kelogatan Bataknya, Reza berjanji. Ihsan "Setuju. Lihat saja nanti, saya dan Reza BB, akan menguak ini semua. Kami janji, kami tidak akan menghadap bapak sampai kami membawa bukti." Pak Agus hanya mematung, lalu menyuruh mereka pulang ke rumah masing-masing. *** Lima anak badung itu terus berkemban. Mereka mulai mengenal narkoba, dan semacamnya. Argi "Mae, Okta, Maeliani, Fadly. Kita ketemuan yuks. Gue bawa sesuatu buat kalian. Pokoknya, kalau kalian nggak coba, kalian bakal nyesel. Kita ketemu di tempat biasa. Oke!" begitulah isi pesan dari Argi untuk keempat sahabatnya. Malam itu juga, mereka berkumpul di tempat biasa mereka bersama. Argi mulai mengeluarkan benda yang telah dijanjikannya, yang ternyata adalah Narkoba. Fadly "Argi, lu gila yah..., ini barang haram. Nanti kalau ketahuan polisi gimana? Mikir! Gue nggak ikut-ikutan kalo kayak gini." Argi "Akh karto lo, ayo yang lain coba nih pake. Kali ini mah gratis buat lo semua...!" Mae, Okta, dan Maelian pun diam seribu kata. Mungkin di antara mereka penuh dengan pertimbangan. Tapi, pada akhirnya mereka semua menggunakan narkoba itu juga. Tanpa mereka sadari. Ketika mereka berpesta, Reza BB dan Ikhsan membuntutinya, lalu Ikhan melaporkan kejadian ini kepada polisi. Ikhsan "Pak, di sini kami menemukan peseta nerkoba, tapatnya, di bla, bla, bla...." Ikhsan "Be, kita bersiap di depan gerbang ya." Dan Reza pun mengaggukan kepala. *** Tak lama kemudian. Polisi pun menggrebek mereka yang sedang pesta narkoba. Dan dibawanya ke kantor polisi. Pak Polisi "Dengan Bapak Agus?" Pak Agus "Ya, saya sendiri." Pak Polisi "Begini Pak, kami menangkap anak didik bapak dalam keadaan berpeseta narkoba, kami juga sudah menemukan barang buktinya. Bapak bisa datang ke kantor kami, untuk memberikan keterangan mengenai hal ini?" Pak Agus "Siapa nama-nama anak didik saya, Pak?!" Pak Polisi "Argi, Fadli, Maeliani, Okta dan Mae." Pak Agus "Ti-tidak mungkin Pak. Mereka itu anak-anak baik. Pasti ada yang menjebak mereka!" Pak Agus terus bersikeras membela anak didiknya. Begitu Pak Agus sampai di kantor polisi, Mae Dkk pun mengakui kesalahannya. Dan mereka dipenjara di tahanan anak-anak. *** Kelas yang biasanya berisik, tak tertib. Sekarang menjadi hampa, sepi, dan tertata rapi. Gairah mengajar Pak Agus pun menurun drastis. Pak Agus terus memikirkan nasib anak didiknya yang sedang di penjara. Memang setahun lagi Pak Agus pensiun, tapi di tiap harinya, beliau selalu mengajar dengan caranya yang menyengangkan, penuh semangat, dan mengasyikkan. Hari ini adalah hari termurung untuk Pak Agus. Tibalah ketika pelepasan Pak Agus. Dan setelah itu, Pak Agus menjadi seorang wirausaha, membudidaya ikan lele. Awalnya usahanya berjalan dengan mulus, dan selalu mendapat laba yang besar. Beberapa tahun kemudian Mae Dkk keluar dari penjara. Mereka sudah tidak bisa dikatakan sebagai remaja lagi. Mereka mulai menjalin usaha masing-masing, yang mereka dapat dari pelatihan selama di penjara. Dan ternyata, usaha yang mereka kembangkan, sukses semua. Sedangkan usaha Pak Agus bangkrut karena lele yang dibudidayakannya dicuri orang tiap harinya. Dan sekarang Pak Agus tinggal di rumah gubuk yang sangat sederhana, bersama istri dan kedua anaknya. Di lain tempat, Argi Dkk merencanakan untuk menemui Pak Agus. Tanpa sengaja ketika mereka melewati suatu jalan, mereka dapati Pak Agus sedang memulung. Argi "Pak, Agussss....!" tariak Argi. Dan menghentikan langkah Pak Agus. Pak Agus "Kamu siapa, ya?" Okta "Ini kami, Pak. Kami sudah keluar dari penjara." Pak Agus "Akh, kalian sudah keluar dari panjara? Bapak senang sekali mendengarkannya. Sekarang kalian mau kemana?" tanya Pak Agus dengan lesunya, berbeda dengan beberapa tahun lalu. Fadly "Kami ingin bertemu dengan Bapak, sekarang boleh antar kami ke rumah bapak?" Pak Agus "Tidak jauh dari sini. Parkir saja mobil kalian di pinggir jalan sini. Kita jalan bersama ke rumah." Sampainya di rumah gubuk Pak Agus, mereka tidak menyangka akan kenyataan ini. Argi "Bagaimana Bapak tinggal di rumah saya saja, ini tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal, pak, bagaimana?" Belum dijawab pertanyaan Argi oleh Pak Agus. Fadly, Okta, Mae, dan Maeliani menawarkan hal yang sama. Terlihat mata Pak Agus berkaca-kaca. Karutan wajahnya itu jelas termakan oleh proses sang waktu. Pak Agus "Bapak bangga dengan kalian. Sekarang kalian sangat beda dengan dulu." Pak Agus pun tak kuasa menahan airmata, hingga akhirnya airmata permata itu beranak sungai di setiap bahu anak didiknya ini. Hidup Pak Agus pun kembali bahagia, berkat anak didiknya yang sudah berubah, ke jalan yang benar. ~Tamat~
naskah drama tentang menghormati guru